Pujangga Cinta

December 9, 2007

kau kilapkan mutiaraku yang dulu pernah beku

Filed under: Uncategorized — pujanggacinta @ 9:32 am

I
kau kilapkan mutiaraku yang dulu pernah beku
menyapu tiap likunya hingga kemilau cemerlang kembali
kau hantarkan lagi kisi kehidupan yang sempat kugenggam
sudut-sudutnya kini ditegaskan hingga tajam kian mengakar
kau paksa diriku menyelip pada celah-celah kerumitan
mengerjap di pucuk-pucuk cemara tinggi
kemudian menghentak keras mencumbui hinanya permukaan
dan ketika itu tak ada ruang yang tak terjelajah
dan tak ada waktu yang tidak terjamah
jiwaku dapat ceria bersuar lagi di angkasa
berlari bahagia berpandu suluh-suluh yang kau bentangkan
(yang mungkin kali itu tak kau sadari)
dan tiap kupasan tirai cahaya, aku yakin, menerbitkan sejumput benih
kebijaksanaan

II
bahwa anggunnya bulan mampu menyeruakkan serat-serat cahaya indahnya
bahwa heningnya malam sanggup mentahtakan jiwa pada kursi kerendahhatian
bahwa keping-keping kehancuran terkadang memaksa tumbuhnya sang peradaban
bahwa wilayah kemayapadaan ini mengibaskan getaran perenungan pada diri manusia
kau pantulkan itu, duhai sayangku
pada penggalan kata-katamu
dan pada keindahan sorot matamu
dan pada keceriaan tingkah polahmu
(yang mungkin kali itu juga tak kau sadari)
dan nuraniku mampu mengerling simpul
akan pilihan-pilihan pandangan yang kau gagaskan

III
sejak saat meranggasnya hatiku termusnahkan oleh siraman salju sejukmu
(yang mungkin kali itu lagi-lagi tak kau sadari)
duh, bagaimana lagi kupendam pesonaku ?

No Comments Yet »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.